![]() |
| Narasumber Workshop Penguatan Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning |
Workshop tersebut diikuti oleh seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SDN Pangarangan 3 sebagai bentuk pembekalan profesional agar siap menghadirkan pembelajaran yang semakin berkualitas, adaptif, dan berpusat pada peserta didik.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa perubahan paradigma pendidikan harus disambut dengan kesiapan guru untuk terus belajar dan berinovasi.
"Guru tidak cukup hanya memahami perubahan kurikulum, tetapi juga harus mampu menerjemahkannya menjadi pengalaman belajar yang benar-benar berdampak bagi peserta didik. Workshop ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi tahun pelajaran baru," ungkap Zainal.
Penguatan Kurikulum Merdeka dengan Pendekatan Deep Learning
Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu:
- Imam Bukhari, S.Pd., M.Si.
- Nurdian Nuzuliati, S.Pd., M.A.P.
Pada sesi pertama, Imam Bukhari, S.Pd., M.Si. menyampaikan materi mengenai gambaran umum Kurikulum Merdeka beserta arah kebijakan pendidikan nasional yang terus berkembang.
Beliau menjelaskan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka bukan sekadar perubahan administrasi pembelajaran, melainkan transformasi cara guru mendesain pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Salah satu fokus utama yang dibahas adalah pendekatan Deep Learning dalam pendidikan.
Menurut beliau, pendekatan ini menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran yang aktif membangun pengetahuan melalui pengalaman nyata, refleksi, eksplorasi, kolaborasi, serta pemecahan masalah yang kontekstual.
Pembelajaran Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
Dalam pemaparannya, Imam Bukhari menekankan pentingnya tiga karakteristik utama pembelajaran abad ke-21 yang kini menjadi arah implementasi Kurikulum Merdeka, yaitu:
![]() |
| Peserta Penguatan Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning |
1. Pembelajaran Berkesadaran (Mindful Learning)
Guru diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang membuat peserta didik sadar terhadap tujuan pembelajaran, memahami proses berpikirnya sendiri (metakognitif), serta mampu merefleksikan hasil belajar yang diperoleh.
Pembelajaran tidak lagi sekadar mengejar penyelesaian materi, tetapi membangun kesadaran belajar sepanjang hayat.
2. Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)
Materi pembelajaran harus memiliki keterkaitan dengan kehidupan nyata peserta didik sehingga ilmu yang dipelajari dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pembelajaran bermakna, siswa tidak hanya menghafal konsep, tetapi memahami alasan mengapa mereka mempelajari suatu materi.
3. Pembelajaran Menggembirakan (Joyful Learning)
Lingkungan belajar yang menyenangkan akan meningkatkan motivasi belajar siswa.
Guru didorong menciptakan kelas yang aktif, komunikatif, kreatif, aman, serta memberikan ruang kepada peserta didik untuk bereksplorasi tanpa takut melakukan kesalahan.
Memahami Penerjemahan CP, TP, dan ATP
Selain membahas filosofi Kurikulum Merdeka, peserta workshop juga mendapatkan pendalaman mengenai penerjemahan perangkat pembelajaran mulai dari:
- Capaian Pembelajaran (CP)
- Tujuan Pembelajaran (TP)
- Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Materi ini menjadi salah satu sesi penting karena masih banyak guru yang memerlukan penguatan dalam menyusun perangkat ajar yang selaras dengan karakteristik peserta didik.
Imam Bukhari menjelaskan bahwa penyusunan TP harus benar-benar diturunkan dari CP, kemudian disusun secara sistematis dalam ATP agar pembelajaran memiliki arah yang jelas, terukur, fleksibel, dan tetap memberi ruang diferensiasi sesuai kebutuhan siswa.
Dengan pemahaman yang baik terhadap CP, TP, dan ATP, guru akan lebih mudah merancang modul ajar, asesmen diagnostik, asesmen formatif, hingga asesmen sumatif secara terintegrasi.
Mempersiapkan Guru Menghadapi Tahun Pelajaran Baru
Workshop ini merupakan salah satu agenda strategis SDN Pangarangan 3 sebelum dimulainya Tahun Pelajaran 2026/2027.
Melalui kegiatan tersebut, sekolah ingin memastikan seluruh guru memiliki pemahaman yang sama mengenai arah implementasi Kurikulum Merdeka beserta pendekatan pembelajaran Deep Learning yang kini menjadi salah satu fokus pengembangan pendidikan nasional.
![]() |
| Peserta Penguatan Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning |
Selain memperkuat kompetensi pedagogik, workshop juga menjadi forum diskusi, berbagi praktik baik (best practice), serta menyamakan persepsi dalam menyusun perangkat pembelajaran yang akan digunakan selama satu tahun ke depan.
Dengan demikian, seluruh proses pembelajaran di SDN Pangarangan 3 diharapkan berjalan lebih efektif, inovatif, adaptif, dan mampu mengembangkan potensi peserta didik secara optimal.
Komitmen SDN Pangarangan 3 Terhadap Mutu Pendidikan
Sebagai sekolah yang terus berkomitmen meningkatkan mutu layanan pendidikan, SDN Pangarangan 3 secara konsisten menyelenggarakan berbagai kegiatan pengembangan kompetensi guru.
Workshop Penguatan Kurikulum Merdeka ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kualitas pendidikan dimulai dari peningkatan kualitas pendidiknya.
Melalui semangat belajar sepanjang hayat, kolaborasi, dan inovasi, SDN Pangarangan 3 optimistis dapat menghadirkan pembelajaran yang semakin relevan dengan tantangan abad ke-21 serta mampu membentuk peserta didik yang berkarakter, kompeten, kreatif, dan siap menghadapi masa depan.
Persiapan yang matang menjelang Tahun Pelajaran 2026/2027 diharapkan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya proses pembelajaran yang lebih berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, sesuai dengan semangat transformasi pendidikan Indonesia.
#WorkshopKurikulumMerdeka #DeepLearning #SDNPangarangan3 #PendidikanSumenep #KurikulumMerdeka #TahunPelajaran20262027 #GuruBelajar #PembelajaranBermakna #JoyfulLearning #MindfulLearning #DeepLearningEducation #CPTPATP #TransformasiPendidikan #SekolahDasar #sdnpangarangan3schid


.jpeg)
0 Comments