Hari Ketiga MPLS Ramah SDN Pangarangan 3: Project Citizen Perdana Dimulai, Siswa Belajar Menjadi Agen Perubahan Sejak Hari Pertama Sekolah

SUMENEP – Suasana pembelajaran yang berbeda tampak di SDN Pangarangan 3 pada Rabu (15/7/2026). Memasuki hari ketiga Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah menghadirkan inovasi pembelajaran berbasis proyek melalui Project Citizen Pangarangan, sebuah program yang mengajak peserta didik mengenali lingkungan, menemukan permasalahan nyata, serta menyusun solusi sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap sekolah dan masyarakat.

Game Literasi Didampingi Bu Fatin dan Bu Novi

Kegiatan diawali dengan Salam Sapa dengan Adab. Seluruh peserta didik disambut guru melalui budaya senyum, salam, dan sungkem, dilanjutkan persiapan belajar dengan berbaris rapi di depan kelas, memberi salam, dan berdoa bersama sebagai pembiasaan karakter sebelum memulai aktivitas pembelajaran.

Berbaris Rapi

Project Citizen Perdana untuk Kelas II–VI

Pada hari ketiga MPLS, peserta didik kelas II hingga kelas VI mulai mengikuti rangkaian Project Citizen yang menjadi salah satu program unggulan SDN Pangarangan 3.

Guru terlebih dahulu menjelaskan konsep, tujuan, manfaat, serta tahapan Project Citizen agar peserta didik memahami bahwa mereka bukan hanya belajar di kelas, tetapi juga belajar menjadi warga sekolah yang peduli terhadap lingkungan sekitar.

Menuliskan Hasil Pengamatan

Selanjutnya, peserta didik dibagi ke dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok menentukan ketua, sekretaris, petugas dokumentasi, dan presenter sebagai bentuk latihan kepemimpinan, kerja sama, serta pembagian tanggung jawab.

Hasil Citizen Walk

Sebelum melakukan observasi lapangan, guru memberikan orientasi mengenai etika pengamatan, tata cara mencatat hasil observasi, hingga penggunaan lembar observasi yang telah disiapkan.

Usai menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), seluruh kelompok melaksanakan Citizen Walk, yaitu kegiatan observasi langsung di lingkungan sekolah sesuai tema yang telah dibagikan.

Adapun pembagian tema observasi meliputi:

  • Kelas II mengamati pengelolaan sampah plastik.
  • Kelas III melakukan observasi pemanfaatan air serta kebersihan selokan.
  • Kelas IV meneliti kondisi kantin dan kesehatan lingkungan.
  • Kelas V mengamati ketertiban tempat parkir sekolah.
  • Kelas VI melakukan observasi kebersihan dan kelayakan toilet sekolah.

Dengan membawa lembar observasi, peserta didik mencatat berbagai temuan, mengambil foto dan video, serta mendokumentasikan kondisi nyata yang mereka lihat di lingkungan sekolah.

Setelah observasi selesai, setiap kelompok melakukan inventarisasi temuan, mengelompokkan berbagai potensi dan permasalahan yang ditemukan, kemudian menentukan masalah prioritas melalui diskusi kelompok. Peserta didik juga mulai menyusun mind map sederhana yang menggambarkan penyebab dan dampak dari permasalahan tersebut sebagai bekal untuk tahap penelitian dan penyusunan solusi pada kegiatan berikutnya.

Melalui Project Citizen, peserta didik sejak dini dibiasakan berpikir kritis, mampu bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekolah.

Kelas I Belajar Bersosialisasi dan Mencintai Buku

Sementara itu, peserta didik kelas I mengikuti rangkaian kegiatan MPLS dengan tema "Aku Senang Berteman dan Siap Belajar."

Berbaris Sebelum Masuk Kelas

Setelah pembiasaan salam dan persiapan belajar, suasana kelas semakin meriah melalui Jeda Ceria dengan menyanyikan lagu Rukun Sama Teman yang bertujuan membangun suasana belajar yang menyenangkan.

Game Literasi

Guru kemudian mengajak peserta didik mengikuti Game Literasi sebagai asesmen awal kemampuan dasar membaca dan berbahasa. Melalui permainan yang interaktif, guru dapat mengenali kemampuan awal setiap peserta didik tanpa menciptakan tekanan belajar.

Game Literasi

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi "Siapa Bestiku", di mana anak-anak diajak saling berkenalan dan mencari teman baru melalui permainan sederhana yang mampu melatih keberanian berkomunikasi dan membangun hubungan sosial sejak hari-hari pertama sekolah.



Keceriaan semakin terasa saat peserta didik mengikuti permainan kelompok menggunakan alat permainan yang dibawa dari rumah. Melalui aktivitas tersebut, anak-anak belajar berbagi, bekerja sama, dan menghargai teman.

Setelah menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG), guru membacakan Big Book Anak Indonesia Hebat, sebuah dongeng karakter yang sarat dengan nilai-nilai kejujuran, disiplin, tanggung jawab, serta semangat saling menghormati.


Sebagai penutup kegiatan, peserta didik melaksanakan Operasi Semut, membersihkan ruang kelas bersama-sama sebagai bentuk pembiasaan budaya hidup bersih, kemudian melakukan refleksi harian dan doa penutup.

Membentuk Karakter Sejak Hari Pertama

Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa MPLS Ramah tahun ini dirancang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga menumbuhkan karakter, kepedulian sosial, dan kemampuan berpikir kritis melalui pengalaman belajar yang nyata.

"Melalui Project Citizen, anak-anak belajar bahwa mereka juga memiliki peran dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan sekolah. Sedangkan untuk peserta didik kelas I, kami lebih menekankan pembentukan karakter, kemampuan bersosialisasi, dan kegembiraan belajar agar mereka merasa sekolah adalah rumah kedua yang aman dan menyenangkan," ujarnya.

Melalui inovasi ini, SDN Pangarangan 3 terus menunjukkan komitmennya menghadirkan MPLS Ramah yang berpusat pada peserta didik, bebas dari perpeloncoan, serta memberikan pengalaman belajar yang bermakna sejak hari pertama masuk sekolah.

Berikut jadwal hari keempat untuk kelas 1:


Untuk kelas 2-6:




#MPLSRamah2026 #SDNPangarangan3 #ProjectCitizen #CitizenWalk #HariKetigaMPLS #SekolahRamahAnak #PendidikanKarakter #MPLSSumenep #BelajarBermakna #LiterasiAnak #AnakIndonesiaHebat #TahunPelajaran20262027

0 Comments