Hari Keempat MPLS Ramah SDN Pangarangan 3: Siswa Ubah Hasil Observasi Menjadi Kampanye Poster Project Citizen

SUMENEP – Memasuki hari keempat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027, Kamis (16/7/2026), SDN Pangarangan 3 kembali menghadirkan pembelajaran yang bermakna melalui penguatan Project Citizen. Setelah sehari sebelumnya melakukan observasi lingkungan sekolah, kini peserta didik diajak mengolah hasil temuan menjadi solusi nyata yang dikampanyekan melalui media poster kreatif.

Membuat Poster Kampanye

Kegiatan diawali dengan pembiasaan Salam Sapa dengan Adab. Seluruh peserta didik disambut guru melalui budaya senyum, salam, dan sungkem, kemudian melaksanakan persiapan belajar dengan berbaris di depan kelas, memberi salam, dan berdoa bersama sebagai pembiasaan karakter sebelum memulai aktivitas pembelajaran.

Kelas II–VI Menyempurnakan Project Citizen

Sesuai subtema "Merancang Solusi dan Menyiapkan Media Kampanye", peserta didik kelas II hingga kelas VI melanjutkan proses inventarisasi temuan hasil observasi lingkungan yang telah dilakukan pada hari sebelumnya.

Setiap kelompok kembali mengelompokkan berbagai potensi dan permasalahan yang ditemukan di lingkungan sekolah, menentukan masalah yang paling prioritas, kemudian menyempurnakan mind map yang menggambarkan penyebab serta dampak dari permasalahan tersebut.

Merancang Mind Map

Setelah itu, peserta didik berdiskusi untuk menemukan solusi yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing setiap kelompok agar solusi yang dirancang realistis, sederhana, dan dapat dilaksanakan bersama warga sekolah.

Pada sesi berikutnya, setiap kelompok melaksanakan presentasi hasil diskusi. Peserta didik memaparkan masalah prioritas yang dipilih, menunjukkan data hasil observasi berupa foto dan catatan lapangan, menjelaskan mind map penyebab masalah, serta menawarkan solusi yang telah dirumuskan.

Presentasi berlangsung aktif karena setiap kelompok saling memberikan tanggapan dan masukan terhadap hasil kelompok lain. Melalui kegiatan ini, peserta didik belajar menyampaikan pendapat secara sistematis sekaligus menghargai pandangan orang lain.

Usai presentasi dan kegiatan Makan Bergizi Gratis (MBG), seluruh kelompok mengumpulkan dokumen Project Citizen berupa foto, video, mind map, daftar temuan, dan hasil presentasi sebagai portofolio proyek.

Puncak kegiatan hari keempat adalah pembuatan produk Project Citizen, yaitu poster kampanye. Dengan memanfaatkan hasil observasi dan solusi yang telah disepakati, setiap kelompok membuat poster berisi ajakan menjaga kebersihan lingkungan sekolah, mengurangi sampah plastik, menjaga kebersihan toilet, memanfaatkan air secara bijak, menjaga kesehatan kantin, hingga menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman.

Poster-poster tersebut dirancang sebagai media kampanye yang nantinya akan dipasang di berbagai sudut sekolah agar menjadi pengingat sekaligus ajakan bagi seluruh warga sekolah untuk ikut menjaga lingkungan.

Sebelum pulang, peserta didik melaksanakan Operasi Semut dengan membersihkan ruang kelas dan lingkungan sekitar, kemudian menutup kegiatan melalui refleksi harian dan doa bersama.

Kelas I Belajar Menjadi Anak Indonesia Hebat

Sementara itu, peserta didik kelas I mengikuti kegiatan MPLS dengan tema "Aku Anak Indonesia Hebat."

Berbaris dan praktik 19 Adab

Setelah pembiasaan salam dan persiapan belajar, peserta didik menjalani pemeriksaan kebersihan kuku, gigi, dan telinga yang dipandu petugas UKS sebagai upaya menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.

Pemeriksaan kesehatan fisik

Guru kemudian mengajak peserta didik mengikuti Game Numerasi sebagai asesmen awal kemampuan berhitung melalui permainan yang menyenangkan.

Selanjutnya, guru bersama peserta didik menyusun tata tertib kelas sebagai bentuk kesepakatan bersama dalam menciptakan suasana belajar yang tertib, aman, dan nyaman.



Materi Perlindungan Fisik juga diberikan dengan mengenalkan bagian tubuh pribadi, pentingnya menjaga diri, serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila menghadapi situasi yang membahayakan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen SDN Pangarangan 3 sebagai Sekolah Ramah Anak.

Untuk memperkuat budaya sekolah yang aman dan bebas perundungan, peserta didik menyanyikan Lagu Stop Bullying, kemudian mengikuti edukasi tentang keadaban digital, yaitu penggunaan gawai secara bijak serta pentingnya membatasi waktu bermain gim.

Merancang Poster

Sebagai penutup tema hari keempat, peserta didik mewarnai Poster Anti-Bullying sebagai bentuk kampanye sederhana untuk menanamkan nilai saling menghargai, saling menyayangi, dan menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan Operasi Semut, refleksi harian, dan doa bersama.

Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa hari keempat MPLS Ramah dirancang agar peserta didik tidak hanya mengenali masalah, tetapi juga mampu menyampaikan solusi melalui karya nyata.

"Project Citizen mengajarkan anak-anak untuk berpikir kritis, berdiskusi, menyusun solusi, dan mengajak orang lain melakukan perubahan melalui media kampanye. Sementara peserta didik kelas I kami bekali dengan pendidikan karakter, kesehatan, perlindungan diri, dan budaya anti-bullying agar mereka tumbuh menjadi Anak Indonesia Hebat yang berkarakter dan peduli terhadap lingkungan," ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan yang selaras dengan tahapan pembelajaran, SDN Pangarangan 3 terus memperkuat pelaksanaan MPLS Ramah yang tidak hanya mengenalkan lingkungan sekolah, tetapi juga membentuk peserta didik menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, kreatif, peduli, serta siap menjadi bagian dari budaya positif sekolah.

Berikut jadwal hari ke-5 untuk kelas 1:


Untuk kelas 2-6:



#MPLSRamah2026 #SDNPangarangan3 #ProjectCitizen #KampanyePoster #HariKeempatMPLS #SekolahRamahAnak #StopBullying #AnakIndonesiaHebat #PendidikanKarakter #MPLSSumenep #TahunPelajaran20262027

0 Comments