Sumenep -- Suasana berbeda tampak di SDN Pangarangan 3 pada Selasa, 14 April 2026. Sekolah yang dikenal dengan inovasi literasinya ini mendapat kunjungan penting dalam rangka Pendampingan Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PRAN) 2026 oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kunjungan ini turut didampingi oleh koordinator dari ProVisi Education serta jajaran pejabat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. Kehadiran tim pendamping ini menjadi momentum penting dalam penguatan budaya literasi berbasis ramah anak di lingkungan sekolah dasar.
![]() |
| Disambut Pustakawan Cilik, Penulis Cilik dan Duta Literasi |
![]() |
| Didampingi oleh kepala perpus seru Pangga |
![]() |
| Penampilan Lagu Jingle Pangga |
Sambutan Meriah di Gerbang Sekolah
Kedatangan tim pendamping disambut meriah sejak di gerbang sekolah. Barisan Pustakawan Cilik Perpus Seru Pangga, Duta Literasi Pangga, dan Penulis Cilik Sumenep berdiri rapi menyambut tamu dengan penuh semangat.
Suasana semakin hidup dengan penampilan Band Pangga yang membawakan lagu khas sekolah, yakni Jingle Pangga serta lagu nasional Pelajar Pancasila binaan Bapak Hairullah. Penampilan ini bukan sekadar hiburan, melainkan representasi nyata integrasi seni, karakter, dan literasi di SDN Pangarangan 3.
Rundown Berubah, Observasi Lapangan Jadi Prioritas
Meski kegiatan telah disusun rapi oleh pustakawan cilik, jalannya acara mengalami perubahan. Tim pendamping memilih untuk langsung mengunjungi titik-titik kegiatan literasi yang ada di lingkungan sekolah.
![]() |
| Memantau seluruh kegiatan perpus Seru di Papan Informasi |
![]() |
| Wawancara dengan Duta Literasi |
![]() |
| Wawancara dengan Pustakawan Cilik |
Langkah ini justru memberikan gambaran autentik tentang bagaimana budaya literasi benar-benar hidup dan berjalan secara alami di SDN Pangarangan 3.
Taman Baca dan Perpus Keliling: Literasi Hadir di Mana Saja
Kunjungan dimulai dari halaman depan sekolah, di mana hadir layanan mobil perpustakaan daerah Kabupaten Sumenep yang membuka layanan perpustakaan keliling. Kehadiran taman baca mobile ini menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa.
![]() |
| Kegiatan Membacakan Cerita Bergambar Abi Si Banyak Ide |
![]() |
| Salah satu guru menjelaskan aplikasi karyakoin dan drawcoin |
![]() |
| Adab tetap dijaga |
Tim kemudian melanjutkan ke tiga titik taman baca yang tersebar di lingkungan sekolah. Taman baca tersebut dirancang khusus untuk melayani siswa dari fase A hingga fase C, dengan lokasi yang berjauhan agar menjangkau seluruh area sekolah.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam mendekatkan siswa dengan buku secara nyata dan berkelanjutan.
Perpus Seru Pangga: Pusat Inovasi Literasi Sekolah
Puncak kunjungan terjadi saat tim memasuki Perpus Seru Pangga. Di dalamnya, tim pendamping disuguhkan berbagai aktivitas literasi yang berjalan secara alami dan tanpa rekayasa.
Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah guru yang sedang membacakan buku cerita bergambar karya guru sendiri berjudul Abi Si Banyak Ide. Kegiatan ini menunjukkan bahwa literasi di sekolah tidak hanya berbasis konsumsi, tetapi juga produksi karya.
![]() |
| Lapak Perpus Keliling |
![]() |
| Membuka secara resmi PRAN 2026 |
Selain itu, berbagai fasilitas inovatif turut dipresentasikan, antara lain:
- Digital Corner sebagai pusat literasi digital
- Server Karyakoin sebagai bank karya siswa
- Aplikasi kunjungan dan peminjaman dengan scanner kartu QR Code
- Majalah sekolah
- Buku karya siswa dan guru
- Koleksi piagam penghargaan
Tak hanya itu, salah satu guru juga memperkenalkan aplikasi karya internal sekolah seperti Karyakoin dan Drawcoin, yang menjadi bukti nyata integrasi teknologi dalam penguatan literasi.
Pengelolaan Natural, Aktivitas Tak Pernah Sepi
Hal yang paling mencuri perhatian tim pendamping adalah suasana perpustakaan yang tidak pernah sepi. Seluruh kegiatan yang berlangsung teramati berjalan secara natural, tanpa dibuat-buat.
Siswa, guru, dan pustakawan cilik berperan aktif dalam menghidupkan ekosistem literasi. Ini menunjukkan bahwa Perpus Seru Pangga bukan hanya ruang fisik, tetapi telah menjadi pusat aktivitas belajar yang dinamis.
Apresiasi Tinggi dari Tim Pendamping PRAN 2026
Pada akhir kunjungan, ketua tim pendamping PRAN 2026 menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi terhadap pengelolaan dan aktivitas literasi di SDN Pangarangan 3.
Lebih lanjut, beliau berharap SDN Pangarangan 3 dapat menjadi model pengelolaan perpustakaan sekolah terbaik, tidak hanya di tingkat daerah tetapi juga nasional.
Sebagai penutup, beliau secara resmi membuka kegiatan Pendampingan Perpustakaan Ramah Anak Nasional (PRAN) Kabupaten Sumenep Tahun 2026.
Selengkapnya dapat ditonton di kanal youtube Pangga TV.
Menuju Sekolah Literasi Berkelas Nasional
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa komitmen SDN Pangarangan 3 dalam membangun budaya literasi telah berada di jalur yang tepat. Dengan dukungan berbagai pihak, inovasi yang berkelanjutan, serta keterlibatan aktif seluruh warga sekolah, Perpus Seru Pangga terus berkembang menjadi pusat literasi yang inspiratif.
![]() |
| Sesi Foto Bareng |
Langkah ini sekaligus mempertegas bahwa perpustakaan sekolah bukan lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi jantung pembelajaran yang hidup, menyenangkan, dan ramah anak.



.jpeg)







.jpeg)
0 Comments