Hari Pertama Pembacaan Surah Yasin dan Tahlil Usai Libur Lebaran, Ustaz Cilik Kembali Pimpin dengan Penuh Khidmat

Sumenep---Hari pertama masuk sekolah setelah libur Hari Raya Idulfitri menjadi momen yang penuh makna di SDN Pangarangan 3 Sumenep. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin dan Tahlil yang kembali digelar sebagai bagian dari program kokurikuler andalan sekolah. Suasana religius langsung terasa sejak pagi, menandai kembalinya aktivitas belajar dengan nuansa spiritual yang kuat.

Ustaz Cilik Kembali Pimpin dengan Penuh Khidmat

Pembacaan Surah Yasin dan Tahlil dipimpin oleh Ustaz Cilik (ucil) SDN Pangarangan 3 di masing-masing kelas. Para siswa mengikuti kegiatan dengan tertib dan khusyuk, menciptakan suasana yang tenang setelah melewati masa libur panjang Lebaran. Kegiatan ini didampingi oleh ustaz dan ustazah tahfiz, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), serta guru BTQ yang memastikan jalannya kegiatan berlangsung sesuai tuntunan dan penuh makna.

Momentum hari pertama ini menjadi sangat istimewa karena tidak hanya menjadi awal kembali ke sekolah, tetapi juga sebagai penguatan nilai spiritual setelah bulan Ramadan. Pembacaan Surah Yasin dan Tahlil menjadi sarana untuk menjaga keberkahan yang telah dibangun selama Ramadan agar tetap hidup dalam keseharian peserta didik.

Para Ustaz Cilik yang memimpin kegiatan menunjukkan perkembangan yang semakin baik. Dengan suara yang mantap dan sikap yang tenang, mereka memandu teman-temannya dalam membaca Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama. Peran ini tidak hanya melatih kemampuan membaca, tetapi juga membentuk kepercayaan diri dan jiwa kepemimpinan siswa sejak dini.

Suasana Kelas Saat Tahlil

Guru PAI dan tim tahfiz SDN Pangarangan 3 terus memberikan pembinaan agar siswa tidak hanya lancar dalam membaca, tetapi juga memahami makna doa yang dipanjatkan. Pendampingan yang konsisten ini menjadi kunci keberhasilan program dalam membentuk karakter religius yang kuat.

Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak dan siap memimpin. “Kelak anak-anak kita bisa menjadi pemimpin di masyarakat, setidaknya mereka mampu memimpin keluarganya sendiri. Dari pembiasaan kecil seperti memimpin doa inilah karakter itu dibangun,” ungkapnya.

Setelah pembacaan Surah Yasin dan Tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama serta hadiah Suratul Fatihah yang ditujukan kepada para nabi, orang tua, guru, dan seluruh kaum muslimin. Momen ini menjadi pengingat bagi siswa akan pentingnya doa, rasa syukur, dan penghormatan kepada orang-orang yang berjasa dalam kehidupan mereka.

Kegiatan ini juga selaras dengan penguatan dimensi Profil Lulusan, terutama dalam aspek keimanan dan ketakwaan, kemandirian, serta kemampuan berkomunikasi. Siswa belajar tampil memimpin, bekerja sama, serta membangun rasa tanggung jawab dalam suasana yang religius dan penuh kebersamaan.

Dengan dimulainya kembali pembacaan Surah Yasin dan Tahlil setelah libur Lebaran, SDN Pangarangan 3 menunjukkan komitmennya dalam menjaga konsistensi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai religius. Kegiatan ini diharapkan terus menjadi fondasi kuat bagi peserta didik dalam menjalani kehidupan, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.


#SDNPangarangan3
#YasinTahlil
#UstazCilik
#SekolahReligius
#PendidikanKarakter
#KegiatanSetelahLebaran
#ProfilLulusan
#DoaBersama
#Sumenep

0 Comments