Siapa Pencipta Lagu “Siti Fatimah Ya Allah”? Ini Asal-Usul Lagu Dendang Sahur yang Viral Saat Ramadan

Ramadan selalu menghadirkan suasana khas yang penuh tradisi, salah satunya adalah kegiatan membangunkan sahur. Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat memiliki cara unik untuk mengingatkan warga agar bangun dan makan sahur. Beberapa menggunakan kentongan, sebagian lagi menggunakan pengeras suara masjid, dan tidak sedikit pula yang melakukannya dengan dendang sahur berupa lagu-lagu bernuansa religi.

Siapa Pencipta Lagu “Siti Fatimah Ya Allah”? Ini Asal-Usul Lagu Dendang Sahur yang Viral Saat Ramadan
Siapa Pencipta Lagu “Siti Fatimah Ya Allah”? 

Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu lagu yang sangat populer dalam tradisi tersebut adalah lagu “Siti Fatimah Ya Allah.” Lagu ini sering terdengar di berbagai kampung, bahkan viral di media sosial seperti TikTok, YouTube, dan Instagram. Banyak orang menyanyikannya saat berkeliling kampung untuk membangunkan sahur.

Disunting oleh Pak Gandy pada acara Buka bersama keluarga besar SDN Pangarangan 3


Versi Orkestra

Namun, di balik popularitas lagu ini, tidak banyak yang mengetahui siapa sebenarnya penciptanya.

Berdasarkan berbagai sumber, lagu “Siti Fatimah Ya Allah” diciptakan oleh dua pemuda asal Maluku, yaitu Kamil Tupamahu dan Yusri Mussa. Keduanya berasal dari Negeri Latu, Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku.

Lagu ini awalnya diciptakan sebagai bagian dari tradisi lokal masyarakat setempat yang dikenal dengan dendang sahur. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh sekelompok pemuda yang berjalan keliling kampung sambil menyanyikan lagu-lagu religi untuk membangunkan warga agar segera bersiap makan sahur.

Dalam proses penciptaannya, Kamil Tupamahu dan Yusri Mussa merangkai lirik sederhana namun sarat makna religius. Lagu tersebut menyebut nama Siti Fatimah, putri Nabi Muhammad SAW yang dikenal sebagai sosok perempuan mulia dalam sejarah Islam. Dengan gaya bahasa yang sederhana dan pengulangan kata yang mudah diingat, lagu ini cepat diterima oleh masyarakat.

Salah satu potongan lirik yang paling dikenal adalah:

“Siti Siti Fatimah ya Allah
Zam zam di Baitullah
Siti Siti Fatimah ya Allah
Binti ya Rasulullah.”

Syair tersebut menggambarkan kecintaan umat Islam kepada keluarga Nabi Muhammad SAW serta mengandung nilai penghormatan kepada sosok Siti Fatimah Az-Zahra.

Awalnya lagu ini hanya dinyanyikan di lingkungan masyarakat Maluku. Namun, seiring berkembangnya media sosial, lagu tersebut mulai dikenal oleh masyarakat luas. Beberapa video dendang sahur yang menampilkan lagu ini diunggah ke berbagai platform digital dan dengan cepat menarik perhatian warganet.

Popularitas lagu ini semakin meningkat ketika banyak kreator konten membuat berbagai versi baru, mulai dari cover lagu, versi remix, hingga aransemen musik modern. Hal tersebut membuat lagu “Siti Fatimah Ya Allah” semakin sering terdengar, terutama ketika bulan Ramadan tiba.

Fenomena ini menunjukkan bagaimana tradisi lokal dapat berkembang menjadi budaya populer nasional. Lagu yang awalnya hanya dinyanyikan oleh sekelompok pemuda di sebuah desa di Maluku kini dikenal di berbagai daerah di Indonesia.

Selain menjadi sarana membangunkan sahur, lagu ini juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat selama Ramadan. Kegiatan berkeliling kampung sambil bernyanyi tidak hanya bertujuan membangunkan warga, tetapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Di banyak tempat, tradisi ini bahkan menjadi ajang kreativitas bagi para pemuda. Mereka sering menambahkan alat musik sederhana seperti rebana, botol, atau kentongan untuk mengiringi lagu dendang sahur.

Dengan demikian, lagu “Siti Fatimah Ya Allah” tidak sekadar lagu viral, tetapi juga merupakan bagian dari kekayaan budaya Ramadan di Indonesia. Lagu ini menjadi bukti bahwa karya sederhana yang lahir dari tradisi masyarakat dapat berkembang luas dan menjadi fenomena nasional.

Kisah penciptaannya oleh Kamil Tupamahu dan Yusri Mussa juga menjadi inspirasi bahwa kreativitas lokal memiliki potensi besar untuk dikenal oleh masyarakat luas, terutama di era digital seperti sekarang.


#SitiFatimahYaAllah
#LaguSahurViral
#DendangSahur
#RamadanIndonesia
#BudayaRamadan
#TradisiSahur
#LaguReligiViral

0 Comments