SUMENEP – Inovasi literasi digital kembali hadir di lingkungan pendidikan dasar. SDN Pangarangan 3 Sumenep resmi meluncurkan aplikasi Drawcoin dalam rangkaian kegiatan Pondok Ramadan 1447 H yang akan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Maret 2026. Program ini menjadi salah satu langkah kreatif sekolah dalam menggabungkan pembelajaran seni rupa, literasi digital, serta penguatan karakter siswa melalui kegiatan Ramadan.
![]() |
| Drawcoin bersanding dengan Karyakoin |
Peluncuran aplikasi Drawcoin menjadi bagian dari aktivitas utama Pondok Ramadan tahun ini. Dalam kegiatan tersebut, para siswa akan membuat kartu Lebaran atau kartu ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri yang ditujukan kepada orang tua, keluarga, maupun teman-teman mereka. Karya tersebut dibuat secara manual menggunakan teknik seni rupa, sebagaimana yang biasa mereka pelajari dalam pembelajaran seni budaya di sekolah.
Namun yang membuat kegiatan ini berbeda dari biasanya adalah tahap berikutnya. Setelah karya selesai dibuat, siswa akan mengunggah hasil karya kartu Lebaran mereka ke dalam aplikasi Drawcoin. Setiap karya yang diunggah akan melalui proses penilaian oleh admin aplikasi. Apabila karya dinyatakan layak dan disetujui, maka secara otomatis siswa akan mendapatkan 300 koin digital sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas mereka. Koin dapat ditukar bila mencapai minimal 1000 koin = 1000 rupiah.
![]() |
| Tampilan Aplikasi Drawcoin |
Program ini tidak hanya menilai karya dari segi kualitas visual, tetapi juga membuka ruang interaksi digital yang sehat. Kartu Lebaran yang diunggah ke aplikasi Drawcoin akan dapat dilihat oleh pengguna lain dalam komunitas sekolah. Karya yang memperoleh jumlah like dan komentar terbanyak akan mendapatkan apresiasi khusus dari sekolah sebagai bentuk penghargaan terhadap kreativitas dan partisipasi aktif siswa.
Integrasi Seni, Teknologi, dan Nilai Ramadan
Pondok Ramadan merupakan agenda tahunan di SDN Pangarangan 3 yang bertujuan memperkuat nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, serta pembentukan karakter siswa selama bulan suci Ramadan. Pada tahun 1447 H ini, sekolah menghadirkan pendekatan baru dengan memadukan kegiatan spiritual dengan inovasi teknologi.
Dalam kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mengikuti kegiatan keagamaan seperti pembelajaran akhlak, ibadah, dan penguatan karakter Islami, tetapi juga diajak untuk mengekspresikan rasa syukur dan kasih sayang melalui karya seni.
Kartu Lebaran yang dibuat siswa menjadi simbol sederhana namun bermakna. Di dalamnya, siswa dapat menuliskan doa, harapan, dan ucapan maaf kepada orang tua maupun sahabat. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa seni dapat menjadi media komunikasi yang penuh nilai emosional dan spiritual.
Integrasi teknologi melalui aplikasi Drawcoin membuat kegiatan tersebut semakin menarik bagi siswa. Mereka tidak hanya membuat karya secara manual, tetapi juga belajar mengelola karya digital, memahami konsep publikasi karya, serta merasakan bentuk apresiasi melalui sistem koin digital.
Drawcoin: Inovasi Guru untuk Literasi Digital Kreatif
Aplikasi Drawcoin merupakan inovasi yang dikembangkan oleh S. Herianto, salah satu guru di SDN Pangarangan 3. Aplikasi ini dirancang sebagai ruang digital bagi siswa untuk mempublikasikan karya seni mereka sekaligus memberikan sistem penghargaan berbasis koin.
Konsep Drawcoin terinspirasi dari kebutuhan untuk menghadirkan platform sederhana namun edukatif yang dapat mendorong siswa lebih percaya diri dalam berkarya. Melalui aplikasi ini, karya siswa tidak hanya berhenti di meja kelas atau papan pajangan sekolah, tetapi dapat dipublikasikan secara digital sehingga lebih banyak orang dapat melihatnya.
S. Herianto menjelaskan bahwa Drawcoin bertujuan menciptakan ekosistem kreatif yang menyenangkan bagi siswa.
“Melalui Drawcoin, siswa belajar bahwa setiap karya memiliki nilai. Ketika mereka menggambar atau membuat kartu ucapan dengan sepenuh hati, karya tersebut bisa diapresiasi oleh orang lain. Sistem koin menjadi simbol penghargaan agar anak-anak semakin semangat berkarya,” ujarnya. "Nantinya, Drawcoin akan digunakan untuk publikasi dan apresiasi karya seni rupa anak-anak (galeri seni rupa siswa Pangga)," lanjutnya.
Dalam pengelolaan aplikasi tersebut, S. Herianto dibantu oleh dua admin sekolah, yaitu Bu Windy dan Bu Wulan. Keduanya bertugas melakukan verifikasi karya yang diunggah oleh siswa sebelum karya tersebut dipublikasikan dalam aplikasi.
Proses verifikasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa karya yang diunggah benar-benar hasil karya siswa sendiri serta sesuai dengan tema kegiatan Pondok Ramadan.
Sistem Apresiasi: Setiap Karya Mendapat 300 Koin
Salah satu daya tarik utama aplikasi Drawcoin adalah sistem koin digital yang diberikan kepada setiap karya yang disetujui oleh admin.
Dalam program ini, setiap karya kartu Lebaran yang berhasil lolos verifikasi akan secara otomatis mendapatkan 300 koin. Koin tersebut menjadi simbol penghargaan atas kreativitas dan usaha siswa dalam membuat karya seni.
Selain itu, aplikasi Drawcoin juga membuka ruang interaksi melalui fitur like dan komentar. Karya yang mendapatkan respons paling banyak dari pengguna lain akan mendapatkan penghargaan khusus dari sekolah.
Pendekatan ini diharapkan dapat memotivasi siswa untuk menghasilkan karya terbaik mereka, sekaligus mengajarkan nilai sportivitas, kreativitas, dan apresiasi terhadap karya orang lain.
Dukungan Kepala Sekolah
Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd., M.Si, menyambut baik peluncuran aplikasi Drawcoin sebagai bagian dari inovasi pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam mengembangkan kreativitas siswa sekaligus mengenalkan mereka pada dunia digital secara positif.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dilakukan oleh guru di sekolah ini. Drawcoin menjadi media yang sangat baik untuk mendorong kreativitas siswa, khususnya dalam bidang seni. Anak-anak tidak hanya belajar menggambar atau membuat kartu Lebaran, tetapi juga belajar mempublikasikan karya mereka secara digital,” ujar Zainal.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini sejalan dengan upaya sekolah dalam memperkuat literasi digital dan kreativitas siswa.
“Melalui kegiatan Pondok Ramadan ini, kami ingin menanamkan nilai religius, kreativitas, serta semangat berbagi kepada siswa. Dengan adanya Drawcoin, karya anak-anak bisa diapresiasi lebih luas. Kami berharap ini dapat menjadi motivasi bagi mereka untuk terus berkarya,” tambahnya.
Menumbuhkan Budaya Berkarya Sejak Dini
Program Drawcoin juga memiliki tujuan jangka panjang, yaitu membangun budaya berkarya sejak usia dini. Dalam dunia pendidikan modern, kreativitas menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki siswa.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa setiap ide yang mereka tuangkan dalam bentuk gambar atau tulisan memiliki nilai. Bahkan sebuah kartu Lebaran sederhana dapat menjadi karya yang penuh makna.
Kegiatan ini juga membantu siswa mengembangkan beberapa kemampuan sekaligus, seperti:
-
kreativitas visual
-
kemampuan menulis pesan atau ucapan
-
keberanian mempublikasikan karya
-
kemampuan berinteraksi secara positif di ruang digital
Dengan pendekatan yang menyenangkan, siswa dapat belajar tanpa merasa terbebani.
Pondok Ramadan 1447 H: Momentum Pembentukan Karakter
Pondok Ramadan di SDN Pangarangan 3 tidak hanya berfokus pada kegiatan seni dan teknologi. Selama tiga hari pelaksanaan, siswa juga akan mengikuti berbagai kegiatan yang bertujuan memperkuat karakter dan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan tersebut di antaranya meliputi pembelajaran akhlak, penguatan ibadah, serta berbagai aktivitas edukatif yang dirancang untuk menanamkan nilai kebaikan selama bulan suci Ramadan.
Dengan adanya inovasi seperti Drawcoin, Pondok Ramadan tahun ini diharapkan menjadi pengalaman belajar yang lebih kreatif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.
Ajakan Berkarya untuk Semua Siswa
Sekolah juga mengajak seluruh siswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini. Para siswa diharapkan dapat membuat kartu Lebaran dengan penuh kreativitas dan ketulusan.
Kartu tersebut bisa berisi gambar, warna-warna cerah, serta pesan-pesan indah yang mencerminkan semangat Hari Raya Idulfitri.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar membuat karya seni, tetapi juga belajar menyampaikan rasa kasih sayang dan penghormatan kepada orang tua serta sahabat mereka.
Sebagaimana pesan yang disampaikan oleh tim penyelenggara kegiatan:
“Selamat berkarya. Jadikan kartu Lebaran sebagai ungkapan hati yang tulus dan penuh makna.”
Dengan hadirnya aplikasi Drawcoin, SDN Pangarangan 3 kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang memadukan kreativitas, teknologi, dan nilai-nilai karakter. Pondok Ramadan 1447 H pun diharapkan menjadi momentum penting bagi siswa untuk belajar, berkarya, dan berbagi kebaikan.


0 Comments