SUMENEP – Kegiatan hari pertama Pondok Ramadan 1447 H di SDN Pangarangan 3 berlangsung penuh semangat religius dan kreativitas pada Kamis, 12 Maret 2026, mulai pukul 07.30 hingga 10.30 WIB. Kegiatan ini diikuti oleh siswa Fase B (kelas 3 dan kelas 4) dan dibagi menjadi 8 kelas, dengan rangkaian aktivitas yang memadukan pembelajaran keagamaan, diskusi interaktif, serta kegiatan seni kreatif. Kegiatan ini digagas dan dilaksanakan oleh Guru PAI, Guru BTQ dan Guru Tahfiz.
![]() |
| Salah Ruang Kegiatan Pondok Ramadan |
Program Pondok Ramadan tahun ini juga menjadi momen penting karena sekolah sekaligus melakukan uji coba aplikasi Drawcoin, sebuah platform digital yang berfungsi sebagai galeri karya seni rupa siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Melalui inovasi ini, kegiatan seni siswa tidak hanya berhenti di kelas, tetapi juga dapat dipublikasikan dan diapresiasi secara digital.
![]() |
| Asyiknya Membaca Al Quran Bersama |
Sejak pagi hari suasana sekolah sudah terasa berbeda. Para siswa hadir dengan semangat mengikuti rangkaian kegiatan yang telah disusun panitia Pondok Ramadan. Program ini dirancang untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, meningkatkan pemahaman keagamaan, serta menumbuhkan kreativitas siswa selama bulan suci Ramadan.
![]() |
| Diskusi tentang Puasa |
Kegiatan dimulai pada pukul 07.30 hingga 07.50 WIB dengan pembacaan surat-surat pendek Al-Qur’an. Pada sesi ini siswa melaksanakan tadarus bersama, membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara bergiliran, serta mendapatkan pembinaan tajwid sederhana dari guru pendamping. Tujuan kegiatan ini adalah membiasakan siswa untuk membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, sekaligus meningkatkan kecintaan mereka terhadap kitab suci.
![]() |
| Jadwal Kegiatan Pondok Ramadan Hari Pertama |
Setelah sesi tadarus, kegiatan dilanjutkan dengan materi keislaman pada pukul 07.50 hingga 08.50 WIB. Penyampaian materi dilakukan dengan metode interaktif dan kontekstual, sehingga siswa dapat terlibat aktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi.
Beberapa topik yang dibahas dalam sesi ini antara lain ragam permasalahan puasa, yang disampaikan melalui dialog dan pertanyaan dari siswa. Guru menjelaskan berbagai situasi yang sering dialami anak-anak ketika menjalankan puasa, seperti lupa makan, aktivitas saat puasa, serta hal-hal yang dapat membatalkan puasa.
Selain itu, siswa juga mendapatkan penjelasan mengenai keutamaan sedekah di bulan Ramadan. Dalam sesi ini siswa diajak memahami bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang meningkatkan kepedulian kepada sesama melalui berbagai bentuk kebaikan.
Diskusi kemudian dilanjutkan dengan refleksi sederhana, di mana siswa diajak menceritakan pengalaman mereka selama menjalankan puasa. Metode ini membuat pembelajaran terasa lebih hidup karena siswa dapat berbagi pengalaman sekaligus belajar dari teman-temannya.
Setelah sesi materi keislaman selesai, siswa mendapatkan waktu istirahat pada pukul 08.50 hingga 09.00 WIB. Meskipun waktunya singkat, kegiatan istirahat tetap berlangsung tertib dan terkontrol di bawah pengawasan guru.
Kegiatan kemudian berlanjut pada sesi yang paling menarik bagi siswa, yaitu berkarya membuat kartu ucapan yang berlangsung pada pukul 09.00 hingga 10.30 WIB.
![]() |
| Karya yang butuh penilaian admin |
Pada sesi ini siswa diminta membuat kartu ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H atau yang sering disebut kartu Lebaran. Kartu tersebut ditujukan untuk orang tua, keluarga, maupun teman sebagai bentuk ungkapan kasih sayang dan doa di hari raya.
Pembuatan kartu dilakukan secara manual seperti pada pelajaran seni rupa. Siswa diminta mendesain kartu secara kreatif, menambahkan kutipan atau dalil Islami sederhana, serta menghias kartu dengan ornamen bernuansa Islami.
Kegiatan ini tidak hanya melatih keterampilan menggambar, tetapi juga mengembangkan kemampuan siswa dalam menyampaikan pesan positif melalui karya seni.
Yang membuat kegiatan ini semakin menarik adalah hasil karya siswa tidak hanya dikumpulkan kepada guru, tetapi juga diunggah ke aplikasi Drawcoin sebagai bagian dari uji coba inovasi digital sekolah.
Drawcoin merupakan aplikasi yang dikembangkan sebagai galeri digital karya seni siswa SDN Pangarangan 3 dirancang oleh S. Herianto. Melalui aplikasi ini, karya siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dapat dipublikasikan dan dilihat oleh warga sekolah.
Setiap karya yang diunggah ke dalam aplikasi akan melalui proses verifikasi oleh admin. Apabila karya tersebut disetujui, maka secara otomatis siswa akan mendapatkan 300 koin di dalam aplikasi.
Koin tersebut dapat dikumpulkan oleh siswa dan nantinya dapat diuangkan dengan sistem konversi 1000 koin setara dengan 1000 rupiah. Dengan sistem ini siswa diajak memahami bahwa kreativitas dan karya seni juga memiliki nilai apresiasi.
Pada kegiatan Pondok Ramadan kali ini, panitia juga menambahkan bentuk penghargaan khusus. Karya kartu Lebaran yang disetujui admin dan mendapatkan jumlah like serta komentar terbanyak akan memperoleh apresiasi dari panitia Pondok Ramadan 1447 H.
Melalui mekanisme ini siswa diajak untuk saling menghargai karya teman, memberikan komentar yang positif, serta belajar berinteraksi secara sehat dalam ruang digital.
Kepala sekolah SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd.,M.Si. menyampaikan harapannya agar kegiatan Pondok Ramadan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.
Beliau juga mengajukan pertanyaan reflektif kepada para siswa tentang makna sebuah karya.
“Jika sebuah kartu sederhana yang kalian buat bisa membahagiakan orang tua, bisa mengirimkan doa, bahkan bisa dihargai melalui karya digital, lalu pertanyaannya: mengapa kita tidak mulai berkarya sejak sekarang?” ungkap beliau.
Pertanyaan tersebut menjadi pengingat bahwa kreativitas siswa dapat menjadi sarana untuk menyebarkan pesan kebaikan, terutama pada bulan Ramadan.
Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an dan memahami makna puasa, tetapi juga belajar bahwa seni, kreativitas, dan teknologi dapat berjalan bersama dalam dunia pendidikan.
Hari pertama Pondok Ramadan 1447 H di SDN Pangarangan 3 pun menjadi awal yang penuh makna, menggabungkan nilai spiritual, kreativitas seni, serta inovasi literasi digital dalam satu kegiatan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa.


.jpeg)


0 Comments