Sumenep----SDN Pangarangan 3 kembali menggelar program kokurikuler pembacaan Surah Yasin dan Tahlil secara serentak di seluruh kelas pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 hingga 07.30 WIB ini berlangsung khidmat dan tertib, menjadi bagian dari ikhtiar sekolah dalam menanamkan nilai penghambaan kepada Allah SWT sekaligus melatih kepemimpinan spiritual peserta didik sejak usia dini.
![]() |
| Ucil bersama Ustaz Ahya' |
Pembacaan Surah Yasin dan Tahlil dipimpin langsung oleh ustaz cilik (ucil) di masing-masing kelas. Para ucil tampil percaya diri memimpin bacaan di hadapan teman-temannya, didampingi oleh guru Pendidikan Agama Islam (PAI), wali kelas, serta ustaz tahfiz. Kehadiran guru pendamping tidak hanya memastikan kelancaran bacaan, tetapi juga membimbing adab, kekhusyukan, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Sementara itu, dari ruang guru, pembacaan Surah Yasin dan Tahlil juga diperdengarkan melalui pelantang suara. Salah satu ustaz cilik bersama ustaz Ahya’ memimpin bacaan, sehingga suasana religius dapat dirasakan secara menyeluruh oleh seluruh warga sekolah. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama menciptakan atmosfer tenang yang menjadi pengantar sebelum peserta didik memulai kegiatan pembelajaran.
Program pembacaan Surah Yasin dan Tahlil ini telah menjadi tradisi baik yang dijalankan secara konsisten di SDN Pangarangan 3. Tidak sekadar rutinitas keagamaan, kegiatan ini dirancang sebagai sarana pembiasaan spiritual, pembentukan karakter, serta pengalaman memimpin yang nyata bagi peserta didik. Anak-anak belajar mengambil peran, bertanggung jawab, dan tampil di depan publik dengan penuh keberanian.
![]() |
| Ucil memimpin di tiap kelas |
Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan jangka panjang yang sederhana namun bermakna. Menurutnya, kemampuan memimpin doa merupakan bekal penting bagi anak-anak dalam kehidupan sehari-hari.
“Harapan kami, kelak anak-anak ini setidaknya mampu memimpin doa di lingkup keluarga. Lebih dari itu, semoga mereka juga siap memimpin doa dan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat sekitar rumahnya,” ungkap Zainal, S.Pd., M.Si.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembacaan Surah Yasin dan Tahlil juga menjadi media pembelajaran nilai-nilai keteladanan, keberanian, serta tanggung jawab. Anak-anak tidak hanya belajar membaca dengan baik dan benar, tetapi juga belajar menempatkan diri sebagai hamba yang senantiasa berdoa dan bergantung kepada Allah SWT.
Setelah pembacaan Surah Yasin dan Tahlil, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama serta hadiah Suratul Fatihah yang diniatkan untuk para nabi, orang tua, guru, dan seluruh kaum muslimin. Momentum ini menjadi ruang refleksi bagi peserta didik untuk menumbuhkan rasa syukur, hormat kepada orang tua dan guru, serta kepedulian spiritual terhadap sesama.
Kegiatan ini juga selaras dengan penguatan delapan dimensi Profil Lulusan, khususnya pada aspek keimanan dan ketakwaan, komunikasi, kemandirian, serta kolaborasi. Peserta didik belajar berkomunikasi secara santun, bekerja sama dengan guru dan teman, serta membangun kepercayaan diri melalui pengalaman memimpin secara langsung.
Dengan pelaksanaan yang konsisten, pembinaan yang terarah, serta dukungan penuh dari seluruh warga sekolah, pembacaan Surah Yasin dan Tahlil di SDN Pangarangan 3 terus tumbuh sebagai program kokurikuler andalan. Sebuah ikhtiar pendidikan yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual, spiritual, dan sosial demi menyiapkan generasi yang berakhlak, berani memimpin, dan bermakna di tengah masyarakat.
#PembacaanYasin
#TahlilSekolah
#UstazCilik
#SDNPangarangan3
#PendidikanKarakter
#KokurikulerAndalan
#KepemimpinanSpiritual
#SekolahReligius
#LiterasiSpiritual
#ProfilLulusan


0 Comments