Sumenep – Semangat berbagi menyambut datangnya bulan suci kembali terasa hangat di lingkungan SDN Pangarangan 3 Sumenep. Menjelang pelaksanaan Gebyar Semarak Ramadan 1447 H, sekolah berhasil mengumpulkan lebih dari 500 kilogram beras dari sumbangan sukarela wali murid kelas 1 hingga kelas 6. Program ini menjadi bukti nyata kolaborasi sekolah dan orang tua dalam menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik sejak dini.
![]() |
| Terkumpul Lebih dari 500 Kg Beras untuk Gebyar Semarak Ramadan 1447 H |
Beras yang terkumpul tersebut akan dibagikan kepada masyarakat pada acara puncak Gebyar Semarak Ramadan 1447 H yang digelar pada Kamis, 13 Februari 2026 pukul 18.30 WIB, tepat setelah kegiatan pawai lampion yang menjadi agenda pembuka kemeriahan malam Ramadan di lingkungan sekolah.
Gerakan Sedekah Beras: Tradisi Tahunan Menyambut Ramadan
Program pengumpulan beras ini bukan sekadar kegiatan sosial biasa. Ia telah menjadi program tahunan sekolah yang secara konsisten dilaksanakan setiap menjelang bulan Ramadan. Tujuan utamanya adalah menyambut datangnya bulan suci dengan semangat berbagi dan memperkuat karakter peserta didik melalui praktik nyata kepedulian terhadap sesama.
Lebih dari 500 kilogram beras yang terkumpul berasal dari kontribusi sukarela wali murid kelas 1 sampai kelas 6. Tidak ada nominal atau jumlah tertentu yang ditentukan. Semua murni atas dasar keikhlasan. Justru di situlah letak kekuatannya: solidaritas yang tumbuh tanpa paksaan.
Secara logistik, jumlah tersebut menunjukkan antusiasme luar biasa dari keluarga besar SDN Pangarangan 3. Jika dirata-rata, dengan jumlah siswa ratusan orang, kontribusi kecil dari masing-masing keluarga mampu menghasilkan dampak besar bagi masyarakat sekitar.
Pendidikan Karakter yang Selaras dengan 8 Dimensi Profil Lulusan
Program ini juga dirancang selaras dengan 8 Dimensi Profil Lulusan, yaitu:
-
Keimanan dan Ketakwaan
-
Kewargaan
-
Penalaran Kritis
-
Kreativitas
-
Kolaborasi
-
Kemandirian
-
Kesehatan
-
Komunikasi
Melalui gerakan sedekah beras ini, peserta didik belajar langsung tentang makna keimanan dan ketakwaan melalui praktik berbagi di bulan suci. Nilai kewargaan dan kolaborasi terbangun karena program ini melibatkan sinergi antara sekolah, wali murid, dan masyarakat.
Anak-anak juga dilatih untuk memahami konteks sosial di sekitar mereka, mengembangkan empati, serta berkomunikasi tentang pentingnya berbagi kepada sesama. Inilah bentuk pembelajaran kontekstual yang tidak hanya berhenti pada teori di dalam kelas, tetapi benar-benar diwujudkan dalam aksi nyata.
Pawai Lampion dan Pembagian Beras: Momentum Kebersamaan
Acara puncak Gebyar Semarak Ramadan 1447 H akan dimulai dengan pawai lampion, yang menjadi simbol cahaya dan harapan menyambut bulan penuh berkah. Setelah pawai selesai, tepat pukul 18.30 WIB, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian beras kepada masyarakat yang telah didata sebelumnya.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat hubungan antara sekolah dan lingkungan sekitar. SDN Pangarangan 3 menempatkan dirinya bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian integral dari masyarakat.
Tradisi ini terus dijaga karena memberikan dampak sosial yang nyata. Selain membantu kebutuhan pokok masyarakat menjelang Ramadan, kegiatan ini juga menanamkan memori positif bagi siswa tentang arti berbagi sejak usia sekolah dasar.
Apresiasi Kepala Sekolah kepada Wali Murid
Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd.,M.Si. menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh wali murid yang telah berpartisipasi.
Beliau menyampaikan bahwa keberhasilan pengumpulan lebih dari 500 kilogram beras ini adalah bukti kuat bahwa semangat gotong royong masih sangat hidup di tengah masyarakat. Tanpa dukungan dan kepercayaan wali murid, program tahunan ini tidak akan berjalan dengan optimal.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh guru dan panitia pelaksana yang telah mengoordinasikan pengumpulan, pendataan, dan persiapan distribusi beras dengan tertib dan transparan.
Menyambut Ramadan dengan Aksi Nyata
Ramadan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang kepedulian sosial. Melalui program ini, SDN Pangarangan 3 ingin memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami Ramadan sebagai bulan puasa, tetapi juga sebagai bulan berbagi dan memperkuat ukhuwah.
Gerakan ini menjadi contoh praktik baik (best practice) pendidikan karakter berbasis kegiatan sosial di tingkat sekolah dasar. Nilai-nilai yang ditanamkan melalui pengalaman langsung akan lebih membekas dan membentuk karakter anak dalam jangka panjang.
Dengan terkumpulnya lebih dari 500 kilogram beras untuk Gebyar Semarak Ramadan 1447 H, SDN Pangarangan 3 kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi yang beriman, peduli, dan berkarakter kuat.
Semoga cahaya lampion yang dinyalakan pada 13 Februari 2026 nanti menjadi simbol terang bagi langkah-langkah kebaikan berikutnya.

0 Comments