Sumenep---Pemberlakuan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di jenjang Sekolah Dasar menjadi babak baru dalam dunia pendidikan Indonesia. Berdasarkan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024, Bahasa Inggris secara resmi akan menjadi mata pelajaran wajib di SD/MI mulai tahun ajaran 2027/2028. Kebijakan ini menandai perubahan signifikan, mengingat selama ini Bahasa Inggris di tingkat SD hanya berstatus sebagai mata pelajaran pilihan atau muatan lokal.
![]() |
| Gelar Workshop Pembelajaran Bahasa Inggris |
Menanggapi kebijakan nasional tersebut secara serius dan progresif, SDN Pangarangan 3 mengambil langkah strategis dengan menyelenggarakan workshop peningkatan kompetensi guru kelas dalam pengampu pelajaran Bahasa Inggris. Workshop ini akan mulai dilaksanakan pada Sabtu, 10 Januari 2026, dan dirancang berlangsung secara rutin setiap hari Sabtu.
Kegiatan workshop ini akan dimentori langsung oleh Bapak Subhan Kadavi, guru sekaligus praktisi pendidikan yang dikenal aktif dalam pengembangan pembelajaran dan peningkatan kompetensi guru. Kehadiran mentor internal ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan guru kelas dalam memahami konsep, strategi, serta praktik pembelajaran Bahasa Inggris yang kontekstual dan sesuai dengan karakteristik peserta didik sekolah dasar.
Workshop Bahasa Inggris ini diikuti oleh seluruh guru kelas serta guru mata pelajaran di lingkungan SDN Pangarangan 3. Keterlibatan semua pendidik menjadi bukti komitmen sekolah dalam menyongsong kebijakan baru secara kolaboratif dan berkelanjutan. Tidak hanya guru kelas rendah maupun tinggi, tetapi juga guru mata pelajaran turut serta agar tercipta keselarasan pendekatan pembelajaran lintas bidang studi.
Selama ini, pembelajaran Bahasa Inggris di SD lebih banyak bergantung pada guru khusus atau bersifat tambahan. Dengan kebijakan baru yang mewajibkan guru kelas mengampu Bahasa Inggris, sekolah perlu memastikan bahwa setiap guru memiliki kesiapan pedagogik, metodologis, serta kepercayaan diri dalam mengajar. Workshop ini menjadi ruang belajar bersama, berbagi praktik baik, serta membangun budaya belajar guru yang adaptif terhadap perubahan kurikulum.
Materi workshop dirancang bertahap, mulai dari penguatan dasar Bahasa Inggris untuk guru, pengenalan kosakata dan ekspresi sederhana yang sesuai dengan dunia anak, hingga strategi pembelajaran aktif, menyenangkan, dan komunikatif. Pendekatan yang digunakan menekankan pembelajaran kontekstual, berbasis aktivitas, serta terintegrasi dengan mata pelajaran lain, sehingga Bahasa Inggris tidak dipandang sebagai beban, melainkan sebagai keterampilan hidup yang relevan.
Kepala SDN Pangarangan 3 menyampaikan bahwa workshop ini merupakan bentuk kesiapan sekolah jauh sebelum kebijakan diberlakukan secara nasional. Dengan memulai sejak tahun 2026, sekolah berharap para guru memiliki waktu yang cukup untuk berproses, berlatih, dan mengembangkan model pembelajaran yang efektif sebelum Bahasa Inggris benar-benar diterapkan sebagai mata pelajaran wajib.
Langkah SDN Pangarangan 3 ini sejalan dengan semangat transformasi pendidikan, di mana sekolah tidak hanya menunggu instruksi, tetapi proaktif menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas. Guru tidak hanya diposisikan sebagai pelaksana kebijakan, melainkan sebagai pembelajar sepanjang hayat yang terus mengembangkan kompetensi demi kepentingan peserta didik.
Dengan adanya workshop rutin setiap Sabtu, diharapkan tercipta ekosistem belajar guru yang kuat, kolaboratif, dan berkelanjutan. SDN Pangarangan 3 optimistis bahwa melalui persiapan yang matang, implementasi Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib nantinya dapat berjalan optimal, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen SDN Pangarangan 3 dalam mendukung kebijakan nasional, meningkatkan mutu pembelajaran, serta menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi tantangan global sejak usia dini.
#SDNPangarangan3 #BahasaInggrisWajib #Permendikbudristek12Tahun2024 #WorkshopGuru #GuruKelasSD #PendidikanDasar #KurikulumSD #TransformasiPendidikan #SekolahAdaptif

0 Comments