Pembacaan Yasin dan Tahlil Serentak Minggu ke-14 SDN Pangarangan 3: Ustaz Cilik Pimpin dengan Khidmat

Sumenep — Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman SDN Pangarangan 3 Sumenep pada Jumat pagi, 7 November 2025. Sejak pukul 06.30 WIB, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan telah berkumpul dalam kegiatan rutin pembacaan Yasin dan tahlil serentak minggu ke-14. Yang menarik, kegiatan kali ini dipimpin oleh seorang ustaz cilik (Ucil), didampingi oleh para ustaz tahfidz sekolah, dalam suasana yang tenang, tertib, dan penuh makna.

Ucil memimpin melalui pelantang utama


Program pembacaan Yasin dan tahlil merupakan salah satu agenda unggulan di bawah koordinasi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) SDN Pangarangan 3, Bu Wulan dan Bu Ida. Keduanya secara konsisten membina dan membimbing para siswa agar memiliki karakter religius, cinta terhadap Al-Qur’an, dan senantiasa mengamalkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

“Tujuan kegiatan ini bukan hanya melatih anak-anak membaca surat Yasin dengan benar, tetapi juga menanamkan kebiasaan baik sejak dini agar terbentuk generasi berakhlak mulia,” ujar Bu Wulan, salah satu pembina kegiatan, dengan penuh semangat.

Sejak pertama kali digagas oleh guru PAI SDN Pangarangan 3, kegiatan ini telah menjadi tradisi positif setiap Jumat pagi. Tidak hanya menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga wadah pembentukan karakter, disiplin, dan kebersamaan di antara seluruh warga sekolah.

Dalam pelaksanaannya, para ustaz tahfidz turut mendampingi pembacaan ayat demi ayat, memastikan pelafalan dan tajwid siswa berjalan dengan baik. Sementara sang ustaz cilik, dengan suara lantang dan fasih, memimpin bacaan Yasin dan tahlil di hadapan teman-temannya. Suasana religius semakin terasa ketika seluruh siswa serentak mengaminkan doa-doa penutup yang dipanjatkan bersama.



Kepala SDN Pangarangan 3, Zainal, S.Pd., memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa pembacaan Yasin dan tahlil menjadi salah satu ciri khas sekolah yang menonjolkan keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan spiritual. “Kami sangat mendukung kegiatan keagamaan seperti ini. Melalui pembiasaan spiritual, siswa tidak hanya cerdas dalam akademik, tetapi juga memiliki hati yang lembut dan perilaku yang santun,” tuturnya.

Antusiasme siswa terlihat sejak pagi hari. Banyak di antara mereka sudah mempersiapkan mushaf Yasin dan mengenakan pakaian muslim lengkap sebelum kegiatan dimulai. Bahkan, beberapa siswa hafal bacaan tahlil dan ayat-ayat pendek yang sering mereka pelajari dalam kegiatan tahfidz.

Selain pembacaan Yasin dan tahlil, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara guru dan siswa. Melalui pendekatan spiritual seperti ini, para siswa belajar untuk menghargai waktu, menjaga kebersamaan, dan mengamalkan nilai-nilai religius di lingkungan sekolah maupun rumah.

Program ini juga mendukung pembentukan Profil Pelajar Pancasila dalam dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta berakhlak mulia. SDN Pangarangan 3 terus berupaya menjadikan nilai-nilai tersebut bagian dari budaya sekolah yang hidup dan berkelanjutan.

Dengan kegiatan pembacaan Yasin dan tahlil serentak yang sudah memasuki minggu ke-14, SDN Pangarangan 3 menunjukkan komitmennya dalam melahirkan generasi Qurani, berkarakter kuat, dan memiliki semangat kebersamaan tinggi.

Kegiatan berakhir menjelang pukul 07.30 WIB, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh warga sekolah. Para guru berharap, kegiatan rutin ini terus menjadi sumber inspirasi dan ketenangan bagi siswa setiap pekan.

Melalui tangan-tangan penuh kasih para guru PAI seperti Bu Wulan dan Bu Ida, serta dukungan kepala sekolah dan seluruh warga sekolah, SDN Pangarangan 3 terus tumbuh menjadi sekolah yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual yang kuat.



#SDNPangarangan3 #YasinDanTahlil #UstazCilik #PendidikanReligius #BuWulan #BuIda #SekolahBerkarakter #Sumenep #ProgramUnggulan #PelajarBerakhlakMulia

0 Comments